Ulasan hasil tugas aliran energi

Hasil tugas perlu dievaluasi agar penyerapan pemahaman kalian terhadap materi menjadi lebih optimal. Berikut ini ulasan ringkas tugas kalian (kelas X3 sman 2 jember) pada sub pokok bahasan “aliran energi, rantai makanan, dan piramida ekologi”.

Tugas terdiri atas 5 soal esai. Masing-masing soal dalam tugas tersebut memiliki bobot skor yang berbeda, tergantung pada tingkat kesulitannya. Soal tugas dapat dibaca di sini.
1. Pengertian aliran energi dalam ekosistem (skor 10)
 Ulasan: Secara umum kalian mampu menjawab.

2. Menggambar aliran energi dari matahari hingga detritivor. (skor 20) 
 Ulasan: sebagian besar kalian menggambar aliran energi tanpa menyertakan jumlah persen energi yang terbuang/terpakai. Penting diingat bahwa setiap organisme hanya mendapatkan 10%  energi dari apa yang dimakan . 90% energi lainnya hilang dalam bentuk panas ke lingkungan.

3. Faktor penyebab kurangnya efisiensi dalam penggunaan energi pada proses transfer energi. (skor 10)
Ulasan: Secara umum kalian mampu menjawab.

4. Membuat sebuah skema rantai makanan dan jaring-jaring makanan dari suatu ekosistem.
    a. Rantai makanan (skor 10)
    b. Jaring-jaring makanan (skor 20)
Saran:
- Perintah soal ini hanya meminta kalian untuk membuat satu macam rantai makanan dan jaring-jaring makanan dari suatu ekosistem. 
- Adapun ekosistemnya, pilih satu saja. Misalnya ekosistem sawah
- Gunakan pilihan organisme yang sudah tersedia di dalam tabel. 
- Buat kategori untuk produsen apa saja yang tersedia (dalam ekosistem sawah). Misalnya: padi, rumput, dan semak 
- Buat kategori konsumen I (herbivora) misalnya: belalang, burung, serangga, kumbang, 
dan tikus 
- Buat kategori konsumen II (karnivora) misalnya: katak, burung, kadal 
- Buat kategori konsumen III (karnivora) misalnya: ular 
- Buat kategori konsumen IV (karnivora puncak) misalnya elang dan burung hantu
gb. jaring-jaring makanan di ekosistem sawah
(gambar oleh biosmada)

Catatan penting:- Pada umumnya rantai makanan tidak lebih dari 5 rantai: produsen, konsumen I, konsumen II, konsumen III, konsumen IV
- Gunakan tanda panah sebagai penjelas bahwa organisme memangsa organisme lainnya 
- Rantai makanan dan jaring-jaring makanan tidak berbentuk siklus. Misalnya setelah detritivor memakan jasad mati konsumen puncak, detritivor tidak dimangsa oleh tumbuhan. Tumbuhan hanya memanfaatkan senyawa anorganik hasil penguraian oleh detritivor.  
- Semakin banyak rantai makanan yang tergabung, jaring-jaring makanan akan semakin kompleks dan menunjukkan kesetabilan ekosistem. 
- Untuk menyusun jaring-jaring makanan, asumsikan bahwa tiap organisme bisa saja terdapat pada beberapa rantai makanan sekaligus.
 
5. Tabel perbedaan piramida ekologi.
    a. Tabel pembeda (skor 20)
    b. Piramida ekologi yang paling ideal (skor 10)
Ulasan:
Kalian mampu mengisi tabel perbedaan 3 macam piramida ekologi pada kategori pengertian dan kelebihan-kelemahannya. Tetapi kalian belum mampu menemukan gambar contoh piramida yang mewakili perbedaan ketiga piramida ekologi tersebut. 
Cermati penjelasan berikut ini.

 gb. piramida ekologi secara umum
(gambar oleh biosmada)

Secara umum ketiga macam piramida ekologi memang menunjukkan bentuk yang sama. Yaitu produsen menempati trofik paling bawah, kemudian diikuti oleh konsumen pada trofik di atasnya. Tetapi kalian perlu cermati berdasarkan kelebihan-kelemahan, tiap piramida pastilah menunjukkan perbedaan. 

1. Piramida jumlah individu
(didasarkan pada jumlah individu organisme pada tiap tingkat trofik)
Kelemahan :
pada ekosistem air, jika dihitung dalam 1 meter persegi bisa saja dihuni oleh ribuan fitoplankton sebagai produsen. Ini adalah fenomena yang biasa. Bentuk piramidanya-pun tidak ada masalah.
Tetapi pada ekosistem darat lain lagi, 1 meter persegi mungkin hanya mampu menampung 1 pohon. Pada akhirnya bentuk piramida jumlah (pada ekosistem darat) menjadi aneh.

gb. piramida jumlah (ekosistem darat)
(gambar oleh biosmada)

Gambar piramida jumlah individu yang aneh.
Jumlah produsen yang sedikit dalam hitungan jumlah, mampu memenuhi kebutuhan konsumen yang jumlahnya lebih banyak.

2. Piramida biomassa
(didasarkan pada biomassa/massa organisme)
Kelemahan:
Tidak ada masalah mengenai bentuk piramida pada ekosistem darat (kebalikan dari piramida jumlah). Karena kumpulan pohon di hutan, biomassanya tidak akan bisa dikalahkan oleh rusa, banteng, kerbau, dll sebagai herbivora/konsumen I.
Tetapi coba pikirkan di lingkungan air, jumlah fitoplankton yang banyak di air itu jika ditimbang tidak akan mampu mengalahkan biomassa dari kumpulan ikan paus (konsumen puncak). Jika digambarkan bentuk piramida biomassa (pada ekosistem air) akan didapat bentuk yang terbalik.


gb. piramida biomassa terbalik (ekosistem air)
(gambar oleh biosmada)  

3. Piramida energi
(didasarkan pada jumlah energi)
bentuk piramida energi selalu tegak seperi halnya piramida pada umumnya.
Piramida energi merupakan piramida terbaik karena:
- Mampu memberi gambaran menyeluruh atas sifat-sifat fungsional ekosistem.
- Piramida eklogi juga menunjukkan efisiensi ekologi atau keproduktifan ekosistem.
- Piramida ekologi juga tidak dipengaruhi oleh ukuran organisme dan kecepatan metabolisme pada tiap organisme



Referensi :
Indriyanto. 2010. Ekologi Hutan. Jakarta: Bumi Aksara

2 komentar:

terima kasih pak atas ulasannya dan koreksinya....
sangat membantu buat anak X.3 khususnya saya.....

smoga bisa tambah maju kedepannya...

Okay deril.... kami senang bisa melayani kalian. bila ada yang perlu ditanyakan, kirim saja langsung di kolom komentar ini atau di bagian kontak.